Lebih Banyak Orang Bicara ‘CINTA’ dari pada Bicara MOTIVASI!

Banyak yang berubah, banyak yang melebur, banyak yang berbaur. Banyak hipokrit. Banyak cinta tapi buta. Banyak cinta yang salah.

Itu sepotong blog post yang di posting oleh teman saya Czna a.k.a Chisna Nuraisyiah, yang berjudul  Ternyata Hidup pun Semakin… Facebook. Nah yang mungkin sahabat – sahabat pikirkan apa hubungannya blog post saya ini dan blog post teman saya tadi??!! Sebenernya tidak ada hubungan lansung atau saya berniat membuat sequel dari blog post temen saya itu. Tetapi yang akan saya soroti itu tetang kebiasaan orang-orang yang ada di sekeliling saya yang biasa ber-facebook-ria atau mungkin ber-social networking-ria.

Nah, dari hasil pengamatan yang saya lakukan dapat saya simpulkan beberapa hal, mungkin salah satunya seperti judul blog post ini “Lebih Banyak Orang Bicara ‘CINTA’ dari pada Bicara MOTIVASI!“. Yah itu yang secara keseluruhan dapat saya simpulkan, bahwa sudah jadi fenomena dan mungkin sudah menjadi sesuati yang lazim bahwa berbicara ‘cinta-cintaan’ itu keren atau apalah itu. (karena saya tidak tau apa yang ada dipikiran mereka itu huehue :P)

Okay sekarang saatnya kita bahas apakah cinta itu?? apakah nama seseorang?? ato nama suatu peliharaan?? ato??? dari pada pusing mikirin si cinta itu ini siapa kita cekidot aja ke kbbi on-line okex? hohoho dan menurut kbbi cinta itu adalah cin·ta a 1 suka sekali; sayang benar: bebas hubungan antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan, tanpa ikatan berdasarkan adat atau hukum yg berlaku; Nah menurut terjemahan bebasnya adalah hubungan antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan. (wow berdasrakan kemesraan? kaya judul lg aja yah?! heuheu) Okey, tetapi pada kenyataanya yang lebih di bicarakan tentang cinta ini adalah, dari sisi kegalauannya yang cenderung menuju putus asa (untung tidak sampai bunuh diri yah?! :P). Sebenernya saya pribadi sedikit risih melihat status-status kegalauan itu, (kenapa?) karena saya berpikir toh dengan semua kegalauan itu tidak akan terjadi kiamat keesokan harinya. Sebernya oke lah ada saatnya kita sedih, senang, bahagia dan lain-lainnya, tetapi kenapa kita sering mengumbar kesediahan kita? (sadar dan tak sadar ato mungkin sedang khilaf haha :p). Setau saya (agak – agak STFC dikit (STFC = Sok Tau Fans Club.red) hehe) dengan kita menumbar kesediahan kita bisa juga dikatakan kalau kita sedang memberi sugesti energi negatif, sama seperti yang sering terjadi di berita-berita televisi saat ini, kenapa yang lebih sering di angkat kecelakaan kompor tabung gas elpiji dibanding manfaat dari penggunaan kompor gas elpiji tersebut? sadar atau tidak sadar sebeneranya dengan pemberitaan yang isinya kecelakaan dan kecalakaan itu telah membuat kesan negatif dimasyarakat bahwa menggunakan tabung elpiji itu berbahaya, dan efeknya pun secara tidak langsung dapat kita ketahui bahwa masih banyak masyarakat, terutama masayarakan golong menengah kebawah enggan menggunakan tabung elpiji tersebut.

(Nah tadi selingan iklan aja, sekarang kita balik lagi ke topik utamanya okex?? huehue). Jadi seperti yang sudah saya katakan tadi dengan kita menggumbar kesedihan atau hal-hal yang negatif atau tidak menyenangkan sama saja kita telah menebar energi-energi negatif dimana-mana (kaya badbinton ada dimana-mana hehe :P). Mungkin setelah sahabat-sahabat membaca blog post ini bisa dapat mengurangi kadar mengummbar kegalaauan cintanya dengan lebih banyak mengumbar motivasi-motivasi yang dasyat dan tak lupa salam super bagi sahabat-sahabat semua! hahaha…

Kesimpulan dan saran (kalau lagi ngerjain Tugas Akhir ini masuk BAB V :P). Alangkah baiknya kalo kita menebara motivasi – motivasi dasyat bagi orang banyak dibandingkan dengan menebar kegalauan-kegalaunan cinta yang kurang bermanfaat. Dari hasil pengamatan sekitar 70% orang memasang setatus facebook-nya tentang kegalauan, kesedihan, keluhan dan bahkan penderitaannya. Huehue sungguh sangat miris sodara-sodara! Padahal kenapa Banggsa / Negara Indonesia yang kita cintai ini bisa merdeka hanya dengan bambu runcing?? (kata buku-buku sejarah pas jaman Sekloah Dasar gitu :P) Dan jawabannya adalah???…. Karena para pemuda dan masyarakatnya pada saat itu dihiasi atau dikelilingin dengan motivasi-motivasi dan sugesti-sugesti yang positif. Yah kita ambil contoh tulisan-tulisan provokasi dimana-mana yang pada saat itu di kumandangkan seperti “Merdeka Atoe Mati!” dan lain-lainnya, (soalnya gak tau da enggak ngalamin pas masa-masa itu heu). Yah akhir kata mari kita tebarkan energi-energi positif untuk motivasi kita sendiri dan bahkan secara tidak langsung untuk kemajuan bangsa kita juga!! *cheers*

CMIIW and just IMHO!😀

regards arie.widiaputra ^^

3 comments
  1. anonim said:

    hahha kan anak muda jaman sekarang! cuma bisa mengekspresikan saja. bisa saja tulisan itu bukan untuknya tapi apa yang dilihatnya.. haha
    kita ngga tau mana yang sttus”cinta” itu dia sendiri atau bukan! hehe
    ngga suka ngersain sihh.. wakakakaka

  2. Wakakakaka.. asik blogpost saya diquote euy!! (jiga penulis ternama gitu loh). Wahahaha.. setubuh dengan pendapat agan yang satu ini, intinamah : Banyak Alay Berkeliaran Di Facebook, marilah sama-sama kita basmi. MERDEKA!😀

  3. udah pada keracunan semua sama sinetron dan inpotaimen…
    tapi kalo kata temen saya alayisme is not crime *ahahaha..
    kalo crime, gak kebayang bakal dibangun penjara khusus alay :p bayangkan gimana sidangnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: