Sakitku Ibadahku!

Sakitku ibadahku! Kata-kata yang menurut saya sangat inspiring sekali. Betapa tidak apa opini yang muncul pertama kali ketika mendengar kata sakit ato ketika kita sakit? hemm… apabila sakitnya hanya sekedar flu atau demam mungkin terdengar tidak terlalu menyeramkan, lain halnya jika sakit berat yang menimpa kita, seperti halnya jantung, gagal ginjal, paru-paru, dll. Dan hal yang pertama kali terpikir tidaklah jauh dari yang namanya obat, dokter, puskesmas, rumah sakit dan hal-hal terkait lainnya. Salahkah itu? Tidak seluruhnya salah, karena memang kita diwajibkan berikhtiar menngapai kesembuhan. Namun bukan hal yang baik juga bila yang ada di dalam pikiran kita hanyalah obat, dokter, puskesmas atau rumah sakit, tanpa memperhatikan sisi spiritual. Padahal sisi inilah yang semestianya pertama kali muncul ketika musibah sakit menimpa, sehingga ikhtiar pengobatann yang dilakukan didasarkan atas perintah Allah dan mengikuti ketentuan yang telah digariskan dalam islam. Dengan demikian, kita tidak akan menuhankan dokter dengan menggap, bahwa dialah yang menentukan sembuh atau tidaknya seseorang.

Sakit pada hakikatnya adalah sebuah ujian dari Allah SWT kepada umat-umatnya yang beriman. Dengan mengalami musibah sakit, dosa-dosa seorang hamba akan dihapuskan, mendapatkan pahala dan ditinggikan derajatnya. Namun kita terkadang lupa akan hal ini, sehinggal sakit hanyalah dimaknai sebagi sebuah penderitaan.

Secara ringkas, hakikat yang mestinya kita pahami tentang sakit adalah sebagai berikut :

  • Sakit dan mati pada hakikatnya adalah kuasa Allah. Hakikat ini dapat kita cermati pada surat asy-Syu’ara ayat 80-81;

“Apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku, dan yang akan mematikan aku, kemudian menghidupkan aku kembali.”

  • Sakit dan mati merupakan ketentuan dari Allah yang telah tertulis di dalam Lauh Mahfuzh.
  • Sakit adalah cobaan yang diberikan Allah kepada manusia dengan tujuan;
    • Menguji kesabaran dan ketahanan spiritual.
    • Menghapuskan dosa bila dijalani dengan penuh ketabahan.
    • Mengingatkan manusia bahwa dia adalah makhluk yang sangat lemah.
  • Sakit merupakan kondisi yang dapat memacu kita untuk benar-benar mempersiapkan akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah).

Saat sakit selain berikhtiar, doa menjadi kemestian dalam menjalani kehidupan ini. Karena tiada daya dan upaya kita sebagai mahluk kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Yang juga harus selalu kita ingat, doa dan ikhtiar adalah suatu kesatuan yang padu. Sering kali kita berkata “Kita sudah berikhtiar, sekrang kita berdoa”, secara tidak sadar kita telah menomor duakan doa padahal doa itu merupakan salah satu cara kita berkomunikasi dengan Allah SWT untuk meminta apa yang kita inginkan, termasuk kesembuhan yang datangnya  dari Allah SWT semata. Mestianya doa yang kita ucapkan menyatu (include) dengan ikhtiar, sehingga doa adalah ikhtiar dan ikhtiar adalah doa. Baru setelah itu kita bertawakal, yaitu menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Seperti Allah SWT berfirman ;

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya ke padamu tentang Aku, jawabalah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S al-Baqarah : 186)

hal yang juga mesti kita ingat ketika sakit adalah terbaukanya peluang yang begitu besar bagi syetan untuk menggoda kita. Ia akan menggoda dari berbagai arah, sebagai mana firman Allah SWT dalam surat al-A’raf : 16-17;

“….Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan  mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur.”

Syetan akan berupaya sekuat tenaga agar sakit yang kita alami tidak membuahkan pahala dan ampunan-Nya. Yang perlu kita pahami bukan hanya bentukhasutan syetan, tetapi wujud syetan yang menggoda. Kita sering lupa bahwa syetan tidak hanya mewujud dalam bentuk mahluk gaib (jin), tetapi juga mewujud dalam bentuk yang sangat kongkret, bahkan kita kenali, yaitu manusia. Allah SWT berfirman :

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan  manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan  syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan  ke dalam dada manusia, dari  jin dan manusia.” (Q.S. an-Nas; 1-6)

Jadi ingatlah bahwa sakitku adalah ibadahku serta semestinya kita berdoa disertai ikhtiar agar Allah SWT menyembuhkan kita apabila kita tertimpa musibah sakit, serta tak lupa untuk meminta agar sakit ini menjadi pengapus dosa-dosa kita dan dijauhkan juga dari godaan-godaan syten yang terkutuk. Amin.

Tulisan ini di rangkum dari buku yang berujdul “Sakitku Ibadahku” terbitan ibnazka press. karangan dr. H Hanny Ronosulistyo, Sp. OG(K), M.M. dr H zainal Abidin, Sp. THT. K. H Aceng Zakaria. Gani Yordani.

best regards arie.widiaputra ^^

2 comments
  1. Sinta said:

    copas ya bos ini,,,???:))

    • bukan kopas tp di rangkum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: