Pasar Kaget Burung Tungku

Pasar kaget burung tungku, pasar ini merupakan pasar tradisional yang hanya ada satu kali dalam sepekan disetiap hari minggu, letak lokasinya ada disepanjang Jalan Burung Tungku Kota Bandung. Sewaktu pulang ke Bandung pekang kemarin saya menyempatkan diri mengantar ibu kepasar ini, sekalian pengen tau gimana keadaan pasar ini sekarang, dan ternyata sekarang jumlah pedagang di pasar kaget burung tungku ini semakin bertambah banyak, barang yang dijual pun semakin beragam layaknya pasar kaget di Gasibu.

Burung Tungku 1

Suasana Pasar Kaget Burung Tungku 1

Sejauh mata memandang hanya ada deretan pedagang dan pembeli layaknya pemandangan di pasar-pasar tradisional pada umumnya, tak kadang saya harus berdesakan dibeberapa tempat hanya untuk sekedar lewat. Satu hal yang unik dari pasar kaget burung tungku ini, lokasi pasar ini berada dalam Komplek Perumahan Dadali yang notebene merupakan salah satu perumahan elit karena bangunan rumahnya yang besar-besar. Pasar ini beroprasi dari subuh (sekitar jam 05.00)  sampai dengan jam 10.00 – 11.00, awalnya para pedagang disini hanya warga sekitar komplek saja tapi lama kelamaan warga-warga lain yang bukan dari lingkungan sekitar komplek juga mendirikan lapak-lapak dagangan sehingga semakin memenuhi bahu-bahu jalan, konsekuensinya selama jam operasi pasar belangsung para pemilik rumah tidak dapat mengeluarkan kedaraan bermotornya dari dalam rumah.

Burung Tungku 3

Suasana Pasar Kaget Burung Tungku 2

Burung Tungku 2

Suasana Pasar Kaget Burung Tungku 3

Saya sempat bertanya pada salah satu pedagan disana, apakah semua pemilik rumah disini tidak merasa terganggu dengan keberadaan pasar kaget ini?! karena mau tidak mau mereka kurang bisa beraktifitas keluar masuk rumah setiap hari minggu pagi, pedang itu menjawab katanya hanya ada 2 orang pemilik rumah yang cukup berkeberatan dengan adanya pasar kaget ini, bahkan Kecamatan setempat sudah mengeluarkan beberapa surat peringatan untuk tidak berjualan lagi disana, tapi apa mau dikata kerena keberadaanya yang sudah cukup lama dan semakin banyaknya para pedagang surat-surat peringatan itu pun tidak digubris oleh pada pedagan di pasar sana, sang pedangan pun bilang toh tidak setiap hari ini pasar ini ada sehingga berpikiran tidak setiap hari juga mengganggu. Dan kebetulan juga sate sapi yang saya pesan tadi sudah matang, jadi saatnya saya santap dan saya akhiri tulisan saya kali ini sampai disini. *Cheers*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: